Persoalan Sumbar terletak pada perbedaan antara sektor yang besar dengan sektor yang tumbuh tinggi. Sektor yang mempunyai bobot besar dalam perekonomian cenderung tumbuh moderat. Sebaliknya, sektor yang mampu tumbuh sangat tinggi masih memiliki pangsa relatif kecil.
Akibatnya, pertumbuhan tinggi pada sektor tertentu belum cukup untuk mengubah lintasan pertumbuhan ekonomi Sumbar secara keseluruhan.
Kondisi tersebut membuat Sumbar belum mempunyai sektor dengan bobot cukup besar yang sekaligus mampu mempertahankan pertumbuhan tinggi dan menciptakan keterkaitan luas dengan sektor lainnya.
Dalam konteks itu, pertanyaan utama kebijakan ekonomi Sumbar bukan sekadar sektor apa yang sedang tumbuh paling cepat.
Pertanyaan yang lebih penting adalah sektor mana yang dapat diperbesar skalanya sehingga mampu menjadi mesin pertumbuhan selama bertahun-tahun.
Investasi Tidak Cukup Hanya Menghitung Nilai Triliunan Rupiah
Investasi menjadi faktor berikutnya yang perlu mendapat perhatian dalam membaca perekonomian Sumbar. Data Pembentukan Modal Tetap Bruto atau PMTB menunjukkan bahwa investasi riil Sumbar belum mengalami akselerasi secara konsisten.
PMTB sempat tumbuh sekitar 7,7 persen pada 2023. Namun, pertumbuhan tersebut kembali melambat menjadi sekitar 3,6 persen pada 2024.