Perubahan struktur ekonomi Sumbar justru lebih banyak bergerak menuju perdagangan dan berbagai kegiatan jasa.
Transformasi menuju sektor jasa sebenarnya tidak selalu merupakan persoalan. Sektor jasa modern dapat mempunyai tingkat produktivitas yang sangat tinggi dan mampu menghasilkan nilai tambah besar.
Namun, persoalannya adalah jenis jasa yang berkembang. Apabila pertumbuhan jasa terutama berasal dari perdagangan dan kegiatan yang mengikuti konsumsi domestik, kemampuan sektor tersebut untuk menghasilkan peningkatan produktivitas dan memperluas pasar eksternal menjadi lebih terbatas.
Karena itu, perubahan komposisi ekonomi Sumbar belum menghasilkan akselerasi pertumbuhan yang berarti.
Sektor Tumbuh Tinggi Belum Menjadi Mesin Pertumbuhan
Sumbar sebenarnya mempunyai sejumlah sektor yang mampu mencatat pertumbuhan tinggi. Salah satu contohnya adalah penyediaan akomodasi dan makan-minum. Pada Triwulan I 2026, sektor tersebut tumbuh 17,77 persen.
Angka tersebut menunjukkan potensi besar pada sektor pariwisata dan jasa yang berkaitan dengan aktivitas wisata serta konsumsi masyarakat. Ekspor barang dan jasa juga tumbuh kuat pada periode tersebut.
Namun, pertumbuhan tinggi pada sebuah sektor belum tentu membuat sektor tersebut menjadi growth engine perekonomian secara keseluruhan.
“Suatu sektor akan menjadi mesin pertumbuhan apabila mempunyai atau berkembang menuju skala ekonomi yang cukup besar, mampu tumbuh tinggi secara persisten, mempunyai produktivitas tinggi, dan menciptakan keterkaitan yang luas dengan kegiatan ekonomi lainnya,” jelas Hefrizal.