Dengan demikian, mempertahankan pertumbuhan secara konsisten di atas 5 persen memang membutuhkan sumber pertumbuhan yang lebih kuat daripada pemulihan siklikal semata.
Pertumbuhan 5,02 persen pada Triwulan I 2026 memperlihatkan bahwa angka di atas 5 persen masih mungkin dicapai. Namun, penurunan menjadi 4,54 persen pada Triwulan II menunjukkan bahwa momentum tersebut belum cukup kuat.
Karena itu, target pertumbuhan tidak cukup hanya dikejar melalui dorongan konsumsi atau belanja pemerintah. Pertumbuhan harus ditopang kapasitas produksi baru.
Sumbar Tidak Kekurangan Potensi
Sumbar sesungguhnya tidak kekurangan potensi ekonomi. Daerah ini memiliki basis pertanian yang besar.
Sumbar juga mempunyai peluang agroindustri, pariwisata, sumber daya manusia, perguruan tinggi, budaya kewirausahaan, diaspora yang luas serta posisi geografis yang memungkinkan integrasi lebih kuat dengan Riau dan ekonomi Sumatera bagian tengah.
Persoalan utamanya adalah bagaimana mengonversi potensi tersebut menjadi produktivitas, kapasitas produksi dan skala ekonomi.
Potensi pertanian harus diterjemahkan menjadi agroindustri. Potensi pariwisata harus diterjemahkan menjadi kegiatan jasa yang mempunyai keterkaitan luas. Investasi harus diterjemahkan menjadi kapasitas produksi.