Ekonomi Sumbar Melambat ke 4,54 Persen, Bisakah Keluar dari Perlambatan Pertumbuhan?

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:01 WIB
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi atau lebih dikenal Masjid Raya Sumbar. (Foto: Indra Kurniawan/Sumbar Daily)
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi atau lebih dikenal Masjid Raya Sumbar. (Foto: Indra Kurniawan/Sumbar Daily)




Karena itu, transformasi ekonomi Sumbar tidak harus mengikuti model industrialisasi berbasis industri berat. Pilihan yang lebih sesuai dengan comparative advantage daerah adalah agroindustrialisasi.





Agroindustrialisasi berarti membawa lebih banyak komoditas pertanian ke dalam proses pengolahan di Sumbar sendiri.





Rantai nilai yang dapat dibangun adalah:





Pertanian → Agro-processing → Industri Makanan → Packaging dan Branding → Perdagangan → Ekspor.





Model tersebut memungkinkan pertanian tetap menjadi basis ekonomi, tetapi dengan nilai tambah yang lebih tinggi.





“Pertanian tidak harus mengecil agar ekonomi menjadi lebih maju; yang harus berubah adalah produktivitas dan kedalaman nilai tambah yang dihasilkan dari sektor pertanian,” kata Hefrizal.





Dengan demikian, transformasi struktural Sumbar tidak harus berarti meninggalkan pertanian. Yang perlu dilakukan adalah memperdalam rantai nilai pertanian.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X