Keterlambatan juga dapat membuat investasi ditunda atau bahkan dialihkan ke daerah lain. Produk pertanian dapat kehilangan sebagian daya saing. Perjalanan wisata dapat menjadi kurang menarik. Integrasi rantai pasok Sumbar dengan Riau juga tidak berkembang secepat yang seharusnya.
Semua manfaat ekonomi yang seharusnya muncul tetapi belum terealisasi tersebut merupakan opportunity cost dari keterlambatan pembangunan.
“Dampak terhadap pertumbuhan memang tidak dapat dilihat dari satu triwulan, tetapi bersifat struktural dan kumulatif,” kata Hefrizal.
Konektivitas juga berkaitan dengan agglomeration effect. Infrastruktur memungkinkan perusahaan, pemasok, pekerja, konsumen dan penyedia jasa berinteraksi dalam jaringan ekonomi yang lebih luas.
Interaksi tersebut dapat mendorong spesialisasi, menurunkan biaya transaksi dan meningkatkan produktivitas. Selama koridor Padang–Pekanbaru belum terbentuk secara penuh, Sumbar belum memperoleh network effect tersebut secara optimal.
Dalam jangka panjang, kondisi itu berisiko membentuk sebuah lingkaran.
Konektivitas terbatas → biaya logistik tinggi → investasi produktif kurang menarik → industrialisasi lambat → struktur ekonomi stagnan → tidak muncul growth engine baru → pertumbuhan tetap moderat.