Jika dikembangkan lebih jauh, industri makanan dapat menyerap bahan baku pertanian, perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikanan. Industri juga dapat menciptakan kebutuhan terhadap packaging, branding, logistik dan pemasaran. Rantai nilai yang lebih panjang berarti nilai tambah yang lebih besar dapat tinggal di Sumbar.
Konektivitas Padang–Pekanbaru Harus Dihubungkan dengan Produksi
Percepatan konektivitas Padang–Pekanbaru menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi tersebut. Tol harus dipandang sebagai sarana untuk memperbesar pasar efektif Sumbar, bukan sekadar memperpendek waktu perjalanan.
Penyelesaian ruas-ruas berikutnya perlu berjalan bersama pengembangan pusat produksi, agroindustri, logistik, pariwisata dan UMKM di sepanjang koridor.
Dengan demikian, network effect infrastruktur dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi. Jalan tol yang selesai tanpa kegiatan ekonomi pendukung tidak akan menghasilkan manfaat maksimal.
Sebaliknya, pusat produksi yang tidak mempunyai konektivitas memadai juga akan menghadapi biaya distribusi tinggi. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan pembangunan sektor produktif harus berjalan secara bersamaan.
Tol Padang–Pekanbaru dapat memperbesar pasar, sedangkan agroindustri menghasilkan produk yang dapat mengisi pasar tersebut. Keduanya memiliki hubungan yang saling melengkapi. Agroindustrialisasi menciptakan nilai tambah. Konektivitas memperluas pasar bagi nilai tambah tersebut.
Governance Pembangunan Menjadi Faktor Penting
Proses pembangunan konektivitas juga membutuhkan pendekatan governance yang lebih matang. Pengalaman penolakan di Limapuluh Kota menunjukkan bahwa pemerintah perlu melibatkan masyarakat sejak awal.