ParagonCorp Dukung Riset Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam di Stanford University

Photo Author
Redaksi, Sumbardaily.com
- Jumat, 23 Oktober 2026 | 11:07 WIB
ParagonCorp mendukung riset kesehatan mental Muslim di Stanford University, menyoroti stigma, spiritualitas, dan akses layanan di Indonesia. (Foto: ParagonCorp)
ParagonCorp mendukung riset kesehatan mental Muslim di Stanford University, menyoroti stigma, spiritualitas, dan akses layanan di Indonesia. (Foto: ParagonCorp)

Sumbardaily.com – Kesehatan mental dalam perspektif Islam menjadi fokus kolaborasi pendanaan antara Founder ParagonCorp dan Stanford University, Amerika Serikat. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat penelitian mengenai kebutuhan kesehatan mental komunitas Muslim, termasuk stigma dalam mencari pertolongan profesional serta peran spiritualitas dalam proses pemulihan.

Pendanaan ini disalurkan melalui Paragon-Wardah Research Fund di Stanford School of Medicine untuk mendukung kegiatan Stanford Muslim Mental Health & Islamic Psychology Lab. Informasi mengenai dukungan tersebut disampaikan dari California pada Kamis (22/10/2026).

Laboratorium tersebut dipimpin oleh Dr. Rania Awaad, MD, Clinical Professor of Psychiatry and Behavioral Sciences di Stanford University School of Medicine. Penelitian yang dikembangkan berfokus pada pemahaman kebutuhan kesehatan mental masyarakat Muslim agar layanan yang diberikan dapat mempertimbangkan latar belakang agama dan keyakinan pasien.

Salah satu perhatian utama riset tersebut adalah stigma yang membuat sebagian anggota komunitas Muslim merasa ragu atau enggan mencari bantuan profesional ketika mengalami masalah kesehatan mental. Selain itu, penelitian juga mengkaji keterkaitan antara kondisi psikologis dan spiritualitas dalam kehidupan pasien.

Deputy CEO and Chief of Research and Development ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan dukungan terhadap laboratorium tersebut didasarkan pada pandangan bahwa kesehatan manusia tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek mental dan spiritual.

“Kami percaya bahwa kesehatan seorang manusia mencakup kondisi fisik, mental, dan spiritual. Melalui dukungan kepada laboratorium Dr. Awaad, kami ingin berkontribusi dalam mengembangkan pengetahuan agar umat Muslim di berbagai belahan dunia dapat memperoleh layanan kesehatan mental yang juga memahami dan selaras dengan keyakinannya,” ujar Sari.

Ia berharap dukungan pendanaan tersebut dapat berkontribusi terhadap pengembangan pengetahuan dan layanan kesehatan mental yang sesuai dengan kebutuhan komunitas Muslim, baik di Indonesia maupun di negara lain.

“Kami berharap umat Muslim, baik di Indonesia maupun di negara lain, mendapatkan layanan kesehatan mental yang juga selaras dengan keyakinan mereka,” lanjutnya.

Riset Kesehatan Mental Muslim Bahas Beragam Persoalan

Stanford Muslim Mental Health & Islamic Psychology Lab mengembangkan penelitian mengenai kesehatan mental dan psikologi dalam konteks Islam serta kehidupan komunitas Muslim. Fokus kajiannya mencakup kebutuhan pasien Muslim, hambatan sosial yang memengaruhi keputusan seseorang untuk mencari bantuan profesional, serta hubungan antara kesehatan mental dan spiritualitas.

Cakupan penelitian laboratorium tersebut juga meliputi beragam persoalan kesehatan mental yang membutuhkan pemahaman terhadap latar belakang sosial, budaya, dan keagamaan pasien. Publikasi yang dihasilkan membahas sejumlah topik, di antaranya psikologi Islam, penanganan terkait tindakan mengakhiri hidup, penggunaan zat berbahaya, serta kesehatan mental kelompok migran dan mahasiswa.

Melalui penelitian tersebut, laboratorium berupaya memperluas pengetahuan yang dapat digunakan untuk memahami pengalaman dan kebutuhan komunitas Muslim. Hasil riset juga diharapkan dapat mendukung tenaga kesehatan, pendidik, dan pemuka agama dalam memberikan pendampingan yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat yang mereka layani.

Dr. Rania Awaad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan pendanaan dari Founder ParagonCorp. Menurutnya, dukungan tersebut membantu laboratorium melanjutkan pengembangan pengetahuan yang dibutuhkan berbagai pihak dalam memberikan layanan kepada komunitas Muslim.

“Kami sangat berterima kasih kepada founder ParagonCorp atas kepercayaan dan dukungan mereka terhadap penelitian kami,” ujar Awaad.

“Dukungan ini membantu kami terus mengembangkan pengetahuan yang dibutuhkan oleh tenaga kesehatan, pendidik, dan pemuka agama untuk memberikan layanan kepada komunitas Muslim dengan keahlian dan pemahaman yang mendalam,” lanjutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Admin Redaksi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X