Pada Januari–Mei 2026, ekspor Riau mencapai US$8,60 miliar dengan surplus perdagangan sekitar US$6,97 miliar. Struktur ekonomi tersebut memang tidak dapat begitu saja direplikasi di Sumbar.
Riau mempunyai basis sumber daya, industri dan perdagangan eksternal yang berbeda. Namun, kondisi tersebut menunjukkan bagaimana basis sumber daya alam dapat dikembangkan lebih jauh menjadi industri pengolahan dan perdagangan eksternal dalam skala besar.
Bagi Sumbar, pelajarannya bukan meniru struktur Riau, melainkan mengembangkan comparative advantage sendiri melalui pengolahan komoditas dan perluasan pasar.
Tol Padang–Pekanbaru Bukan Sekadar Jalan
Dalam perspektif tersebut, lambatnya pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru memiliki implikasi yang lebih besar daripada sekadar lamanya perjalanan antara dua kota.
Dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi memang tidak dapat langsung dilihat hanya dari angka satu triwulan. Dampak konektivitas bersifat struktural dan kumulatif.
Konektivitas memengaruhi biaya logistik, ukuran pasar efektif, keputusan lokasi investasi, mobilitas tenaga kerja serta aglomerasi kegiatan ekonomi.
Bank Indonesia sendiri telah memasukkan operasionalisasi ruas Padang–Sicincin sebagai salah satu faktor positif bagi prospek perekonomian Sumbar.