Keempat adalah connectivity and implementation constraint. Infrastruktur strategis berkembang terlalu lambat sehingga ukuran pasar efektif, biaya logistik dan daya tarik investasi belum berubah secara fundamental.
Keempat hambatan tersebut tidak berdiri sendiri. Semuanya saling memperkuat. Keterbatasan konektivitas membuat investasi industri kurang menarik.
Investasi produktif yang terbatas memperlambat industrialisasi. Industrialisasi yang lambat mempertahankan struktur ekonomi lama. Struktur ekonomi yang stagnan membuat Sumbar sulit menciptakan sektor penggerak baru.
Karena itu, kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan tidak dapat dilakukan secara parsial melalui satu sektor atau satu instrumen.
Bisakah Sumbar Keluar dari Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi?
Pertanyaan utama setelah Triwulan II 2026 adalah apakah Sumbar dapat keluar dari perlambatan pertumbuhan ekonomi. Jawabannya adalah bisa. Namun, jalan keluar tersebut tidak dapat ditempuh dengan mempertahankan pola pembangunan yang sama.
Sumbar perlu bergerak dari kebijakan yang terlalu berorientasi pada peningkatan permintaan jangka pendek menuju strategi peningkatan kapasitas produksi dan produktivitas. Konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah tetap penting untuk menjaga siklus ekonomi.
Namun, pertumbuhan jangka panjang membutuhkan investasi produktif, teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, konektivitas dan sektor baru yang dapat menjangkau pasar di luar Sumbar.