Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07%, Guru Besar Unand Ungkap Realitas yang Tak Terlihat

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 8 September 2026 | 20:03 WIB
Ilustrasi Kemiskinan (Foto: Pexels)
Ilustrasi Kemiskinan (Foto: Pexels)



Indonesia memiliki kelompok masyarakat yang berada di wilayah abu-abu. Mereka bukan miskin menurut definisi nasional, tetapi belum mempunyai fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk disebut benar-benar sejahtera.





Persepsi Masyarakat Bisa Berbeda dengan Statistik





Laporan Bank Dunia mengenai perkembangan ekonomi Indonesia juga menunjukkan adanya ketegangan antara indikator kesejahteraan objektif dan persepsi masyarakat.





Dalam data Listening to Indonesia, pada Agustus 2025 sebanyak 27 persen rumah tangga mengidentifikasi dirinya sebagai miskin. Angka tersebut meningkat tujuh poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.





Pada saat yang sama, kekhawatiran mengenai memburuknya kondisi ekonomi meningkat, terutama di kalangan rumah tangga yang mengidentifikasi dirinya sebagai kelas menengah.





Fenomena tersebut menjadi penting karena masyarakat dapat melihat angka kemiskinan menurun, tetapi pada saat bersamaan merasa kehidupannya semakin sulit.





Menurut Hardisman, kedua kondisi tersebut tidak harus bertentangan. Pengalaman masyarakat terhadap kondisi ekonomi tidak selalu sama dengan indikator statistik yang digunakan untuk mengukur kemiskinan.





Pertumbuhan Ekonomi Tidak Otomatis Jadi Kesejahteraan





Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat dalam beberapa dekade terakhir. Kemiskinan nasional juga turun secara substansial dibandingkan masa lalu.





Bank Dunia mencatat Indonesia berhasil menurunkan kemiskinan secara signifikan sejak akhir 1990-an dan bahkan menjadi kurang dari 10 persen sebelum pandemi Covid-19.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X