Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07%, Guru Besar Unand Ungkap Realitas yang Tak Terlihat

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 8 September 2026 | 20:03 WIB
Ilustrasi Kemiskinan (Foto: Pexels)
Ilustrasi Kemiskinan (Foto: Pexels)



Indonesia telah bergerak jauh, tetapi perjalanan menuju UHC yang benar-benar setara belum selesai.





Satu Penyakit Bisa Ubah Kondisi Ekonomi Keluarga





Hardisman menggambarkan bagaimana sebuah keluarga berpendapatan pas-pasan dapat jatuh ke dalam kemiskinan akibat penyakit.





Selama tidak ada kejadian luar biasa, keluarga tersebut mungkin terlihat baik-baik saja. Namun, ketika salah satu anggota keluarga mengalami penyakit berat, pendapatan dapat turun karena pencari nafkah tidak dapat bekerja.





Di sisi lain, pengeluaran meningkat akibat perjalanan ke rumah sakit, kebutuhan pendamping, makanan, obat tertentu, atau kebutuhan lainnya.





Tabungan kemudian habis dan utang mulai muncul. Pada tahap berikutnya, keluarga dapat mengurangi pengeluaran pendidikan anak, menurunkan kualitas makanan, hingga menunda kebutuhan kesehatan.





Pada akhirnya, penyakit lain dapat muncul dan kemiskinan menjadi semakin dalam.





WHO pernah mencatat bahwa meskipun Indonesia mengalami kemajuan dalam mengurangi pengeluaran kesehatan katastropik, angka 0,4 persen pada 2018 tetap berarti lebih dari satu juta orang dapat terdorong ke dalam kemiskinan karena biaya kesehatan.





"Angka tersebut menunjukkan bahwa satu penyakit dapat mengubah status ekonomi sebuah keluarga. Kemiskinan yang disebabkan oleh kesehatan adalah kemiskinan yang sangat tidak adil karena orang tidak memilih untuk sakit," kata Hardisman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X