Namun, keluarga yang memiliki JKN belum tentu memperoleh pelayanan dengan mudah. Pekerja yang mempunyai penghasilan belum tentu memiliki pekerjaan yang aman. Kelas menengah belum tentu memiliki kemampuan menghadapi guncangan. Pertumbuhan ekonomi juga belum tentu berarti peningkatan kesejahteraan yang sama bagi semua orang.
Karena itu, tantangan Indonesia ke depan bukan sekadar mengurangi kemiskinan, tetapi membangun masyarakat yang tidak mudah jatuh miskin.
Solusinya tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga pekerjaan yang lebih produktif dan stabil, pendidikan berkualitas, perumahan yang terjangkau, perlindungan sosial yang adaptif, penguatan layanan kesehatan primer, pemerataan tenaga kesehatan, serta sistem pembiayaan kesehatan yang benar-benar melindungi rumah tangga dari beban finansial.
Ukuran Keberhasilan Pembangunan
Ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya bukan hanya seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi atau seberapa rendah angka kemiskinan.
Pertanyaan yang lebih manusiawi adalah apakah seorang anak miskin hari ini mempunyai kesempatan nyata untuk hidup lebih baik daripada orang tuanya.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah keluarga yang kehilangan pekerjaan dapat bertahan tanpa jatuh miskin dan apakah orang sakit dapat berobat tanpa kehilangan masa depan ekonominya.
Selain itu, perlu dilihat apakah masyarakat di daerah terpencil mempunyai peluang memperoleh pelayanan kesehatan yang secara bermakna setara dengan masyarakat di kota besar.
Bagian terpentingnya adalah apakah pertumbuhan ekonomi benar-benar memperbesar kemampuan manusia untuk menjalani kehidupan yang sehat, aman, bermartabat, dan memiliki masa depan.