Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07%, Guru Besar Unand Ungkap Realitas yang Tak Terlihat

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 8 September 2026 | 20:03 WIB
Ilustrasi Kemiskinan (Foto: Pexels)
Ilustrasi Kemiskinan (Foto: Pexels)




Dari "Orang Miskin" Menuju Masyarakat Rentan





Dalam perspektif kesehatan keluarga dan komunitas, Hardisman menilai cara melihat kemiskinan perlu diubah.





Pertanyaannya tidak lagi hanya berapa banyak orang miskin. Pertanyaan yang lebih luas mencakup berapa banyak orang yang hidup dekat dengan kemiskinan, berapa banyak yang tidak memiliki tabungan, berapa banyak yang akan jatuh miskin jika kehilangan pekerjaan selama tiga bulan, serta berapa banyak yang harus menjual aset ketika anggota keluarga mengalami penyakit berat.





Pertanyaan lain juga mencakup berapa banyak anak yang masa depannya terhambat karena kualitas pendidikan dan berapa banyak masyarakat yang memiliki JKN tetapi masih menghadapi hambatan geografis serta kualitas pelayanan.





Pertanyaan tersebut membawa pembahasan dari poverty measurement menuju well-being measurement.





Kemiskinan tidak seharusnya dipandang sebagai garis horizontal yang hanya memisahkan orang miskin dan tidak miskin. Kehidupan lebih menyerupai spektrum.





Pada bagian paling bawah terdapat kemiskinan ekstrem, di atasnya kemiskinan standar, kelompok rentan, calon kelas menengah, kelas menengah yang relatif aman, hingga kelompok dengan aset, pendapatan, dan kapasitas menghadapi risiko yang jauh lebih besar.





Perbedaan antarkelompok tersebut bukan hanya jumlah uang yang dimiliki, tetapi kemampuan menghadapi ketidakpastian.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X