BPS dan Bank Dunia Punya Fungsi Berbeda
Menurut Hardisman, ukuran kemiskinan perlu dibaca secara bersama-sama. Angka 8,07 persen dari BPS tidak tepat digunakan untuk menyimpulkan bahwa hanya sekitar delapan persen masyarakat Indonesia yang menghadapi persoalan ekonomi.
Sebaliknya, angka kemiskinan internasional US$8,30 PPP juga tidak tepat digunakan untuk menyatakan bahwa seluruh penduduk yang berada di bawahnya adalah orang miskin dalam pengertian kebijakan nasional. Keduanya memiliki fungsi berbeda.
BPS diperlukan untuk memahami kemiskinan dalam konteks Indonesia dan menentukan kebijakan domestik. Bank Dunia diperlukan untuk membandingkan tingkat kesejahteraan Indonesia dengan negara lain menggunakan standar yang lebih seragam.
"Pendekatan yang lebih matang bukan memilih salah satunya, tetapi membaca keduanya secara bersamaan," ujar Hardisman.
Garis kemiskinan nasional menunjukkan siapa yang miskin menurut kebutuhan dasar domestik. Garis internasional menunjukkan posisi kesejahteraan Indonesia apabila dibandingkan dengan standar negara-negara dalam kelompok pendapatan tertentu.
Sementara itu, ukuran kerentanan menunjukkan siapa yang berisiko jatuh miskin. Ukuran multidimensional menunjukkan siapa yang mengalami kekurangan dalam pendidikan, kesehatan, perumahan, sanitasi, dan aspek kehidupan lainnya.
Indikator kesehatan juga menunjukkan apakah seseorang mempunyai kemampuan mempertahankan kualitas hidup ketika sakit.
Realitas Kehidupan Tidak Berhenti di Spreadsheet
Pada akhirnya, seluruh indikator tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.