berita

64 Hotspot Terdeteksi, Pemkab Dharmasraya Naikkan Status Karhutla Jadi Siaga Darurat

Jumat, 11 September 2026 | 16:01 WIB
Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Foto: Pexels)


Sumbardaily.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh pemangku kepentingan mengambil langkah lebih serius menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Status penanganan Karhutla di daerah tersebut resmi ditingkatkan menjadi Siaga Darurat atau Siaga 1 untuk periode 10 hingga 24 September 2026.





Peningkatan status tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus pencegahan agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas. Pemerintah daerah menilai kondisi saat ini perlu mendapat perhatian lebih meskipun jumlah titik panas atau hotspot di Dharmasraya masih relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau serta Jambi yang tengah menghadapi ancaman Karhutla cukup parah.





Berdasarkan data yang menjadi pertimbangan pemerintah daerah, sebanyak 64 titik hotspot tercatat di Dharmasraya sejak periode Agustus hingga 9 September. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mendorong pemerintah mengambil langkah antisipatif lebih kuat, terlebih ancaman kebakaran berpotensi meningkat seiring kondisi lingkungan dan cuaca.





Keputusan menaikkan status menjadi Siaga Darurat juga tidak berdiri pada satu faktor. Pemkab Dharmasraya mempertimbangkan prediksi fenomena El Nino yang masih berlangsung hingga Oktober, luas kawasan hutan dan perkebunan di wilayah Dharmasraya, serta kondisi geografis daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Riau dan Jambi.





Kedua provinsi yang berbatasan dengan Dharmasraya tersebut juga sedang menghadapi ancaman Karhutla yang parah. Kondisi itu membuat potensi masuknya dampak kebakaran dari wilayah sekitar turut menjadi perhatian pemerintah daerah.





Selain ancaman hotspot dan kondisi kawasan, kualitas udara juga menjadi salah satu alasan penguatan status penanganan Karhutla. Dalam tiga hari terakhir, kualitas udara di Dharmasraya kembali mengalami penurunan hingga masuk kategori tidak sehat.





Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menegaskan pemerintah tidak ingin menunggu kondisi memburuk sebelum mengambil tindakan.


Halaman:

Tags

Terkini