Satgas tersebut akan melakukan patroli secara rutin. Kegiatan pemantauan terutama diperkuat pada malam hari serta waktu-waktu yang dianggap memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap terjadinya kebakaran.
Hasil patroli dan perkembangan hotspot selanjutnya akan dilaporkan setiap hari kepada Bupati dan Forkopimda. Mekanisme pelaporan tersebut diharapkan membuat pemerintah dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan situasi secara lebih cepat.
Dengan deteksi lebih awal, potensi kebakaran diharapkan dapat segera diketahui sebelum api berkembang dan menjalar ke area yang lebih luas. Patroli juga menjadi bagian dari upaya mencegah aktivitas pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan secara sengaja maupun yang terjadi akibat kelalaian.
Penguatan pencegahan juga dilakukan untuk melindungi masyarakat dari dampak asap dan memburuknya kualitas udara.
Dinas Pendidikan kembali melakukan penyesuaian kegiatan pembelajaran secara luring menjadi daring bagi peserta didik jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP hingga 10-11 September. Kebijakan tersebut diambil menyusul kembali memburuknya kondisi kualitas udara di Dharmasraya.
Sementara untuk jenjang SMA yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, Pemkab Dharmasraya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah provinsi.
Perkembangan situasi juga akan dipantau pada minggu 13 September 2026 untuk menentukan apakah pembelajaran secara daring akan terus dilanjutkan.