Bahaya Kesehatan Kabut Asap, Guru Besar Unand: Partikel Tak Terlihat Bisa Masuk ke Aliran Darah

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 13 September 2026 | 21:05 WIB
Bencana kabut asap melanda wilayah Sumbar. (Foto: Dok Sumbar Daily)
Bencana kabut asap melanda wilayah Sumbar. (Foto: Dok Sumbar Daily)




Mediator inflamasi serta perubahan fisiologis kemudian dapat berperan dalam kerusakan bagian dalam pembuluh darah atau endotel, terutama pada pembuluh darah kecil bagian ujung atau kapiler dalam jangka panjang.





Jika gangguan tersebut terjadi pada pembuluh darah jantung koroner, risikonya berkaitan dengan penyakit jantung iskemik. Sementara jika terjadi pada pembuluh darah otak, risikonya adalah stroke.





Anak-anak dan Kelompok Rentan Perlu Lebih Waspada





Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang lebih sensitif terhadap paparan kabut asap karena paru-paru dan sistem tubuh mereka masih berkembang.





Kelompok lain yang juga lebih rentan adalah lansia, ibu hamil, penderita asma, penderita penyakit paru kronis, serta penderita penyakit kardiovaskular.





Karena itu, menurut Hardisman, masyarakat tidak seharusnya hanya bertanya apakah asap terlihat atau tidak.





“Pertanyaannya bukan lagi ‘Apakah kita dapat melihat asapnya?’. Pertanyaan yang lebih penting adalah ‘Berapa banyak yang sudah kita hirup, berapa lama kita terpapar, dan apakah kita termasuk kelompok risiko rentan?’” ujarnya.





Kurangi Aktivitas di Luar Saat Asap Berat





Dalam menyikapi kabut asap, ukuran yang lebih rasional bukan sekadar ketebalan asap yang terlihat atau kuatnya bau terbakar.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X