Bahaya Kesehatan Kabut Asap, Guru Besar Unand: Partikel Tak Terlihat Bisa Masuk ke Aliran Darah

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 13 September 2026 | 21:05 WIB
Bencana kabut asap melanda wilayah Sumbar. (Foto: Dok Sumbar Daily)
Bencana kabut asap melanda wilayah Sumbar. (Foto: Dok Sumbar Daily)



Masyarakat perlu memperhatikan data kualitas udara, terutama PM2.5, serta informasi resmi mengenai kondisi atmosfer. Namun, data tersebut tidak selalu tersedia untuk setiap lokasi dan daerah secara spesifik.





Dalam kondisi kabut asap berat, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar, perlindungan pernapasan yang tepat perlu digunakan, seperti masker N95 atau FFP2, dengan pemakaian yang baik.





Perlindungan perlu semakin ditingkatkan bagi kelompok rentan dan berisiko selama kondisi asap berat.





Di dalam rumah, risiko paparan juga tidak otomatis hilang. Asap dapat masuk melalui celah bangunan, pintu, jendela, maupun sistem ventilasi.





“Ketika kualitas udara luar sangat buruk, kita harus berupaya mengurangi masuknya udara luar dan sekaligus menghindari sumber polusi tambahan di dalam rumah,” kata Hardisman.





Selain mengurangi paparan, masyarakat juga perlu mengenali tanda bahaya pada diri sendiri maupun anggota keluarga.





Batuk ringan atau mata perih dapat muncul akibat paparan kabut asap. Namun, kondisi berbeda apabila seseorang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, penurunan kesadaran, atau perburukan penyakit kronis.





“Bila terjadi sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, penurunan kesadaran, atau perburukan penyakit kronis, kita perlu segera melakukan konsultasi medis,” pungkasnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X