Kondisi tersebut mengganggu kemampuan darah membawa oksigen. Ketika oksigen dalam jaringan menurun dan kadar COHb dalam darah meningkat, seseorang dapat mengalami kondisi yang menyerupai anemia berat.
Gejalanya dapat berupa sakit kepala, pusing, lemah, kebingungan, hingga kondisi kritis pada paparan tinggi.
“Karbonmonoksida (CO) lebih berbahaya karena kemampuannya berikatan dengan hemoglobin dalam darah membentuk karboksihemoglobin (COHb) lebih kuat dari Oksigen (HbO2),” jelasnya.
Kebakaran juga menghasilkan nitrogen oksida (NO2) dalam jumlah cukup tinggi yang dapat mengiritasi saluran pernapasan.
Sementara itu, sulfur dioksida (SO₂) dapat terbentuk ketika material yang terbakar mengandung sulfur. Gas ini dapat lebih mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan, terutama pada kawasan permukiman yang banyak memiliki bahan sintetis.
Namun, komposisi asap setiap kebakaran dapat berbeda. Jenis material yang terbakar dan lamanya kebakaran turut menentukan kandungan zat yang dihasilkan.
Ada Benzena yang Dikenal sebagai Karsinogen
Komponen lain yang perlu diperhatikan adalah volatile organic compounds (VOCs) atau senyawa organik volatil.