Bahaya Kesehatan Kabut Asap, Guru Besar Unand: Partikel Tak Terlihat Bisa Masuk ke Aliran Darah

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 13 September 2026 | 21:05 WIB
Bencana kabut asap melanda wilayah Sumbar. (Foto: Dok Sumbar Daily)
Bencana kabut asap melanda wilayah Sumbar. (Foto: Dok Sumbar Daily)




Kondisi tersebut mengganggu kemampuan darah membawa oksigen. Ketika oksigen dalam jaringan menurun dan kadar COHb dalam darah meningkat, seseorang dapat mengalami kondisi yang menyerupai anemia berat.





Gejalanya dapat berupa sakit kepala, pusing, lemah, kebingungan, hingga kondisi kritis pada paparan tinggi.





“Karbonmonoksida (CO) lebih berbahaya karena kemampuannya berikatan dengan hemoglobin dalam darah membentuk karboksihemoglobin (COHb) lebih kuat dari Oksigen (HbO2),” jelasnya.





Kebakaran juga menghasilkan nitrogen oksida (NO2) dalam jumlah cukup tinggi yang dapat mengiritasi saluran pernapasan.





Sementara itu, sulfur dioksida (SO₂) dapat terbentuk ketika material yang terbakar mengandung sulfur. Gas ini dapat lebih mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan, terutama pada kawasan permukiman yang banyak memiliki bahan sintetis.





Namun, komposisi asap setiap kebakaran dapat berbeda. Jenis material yang terbakar dan lamanya kebakaran turut menentukan kandungan zat yang dihasilkan.





Ada Benzena yang Dikenal sebagai Karsinogen





Komponen lain yang perlu diperhatikan adalah volatile organic compounds (VOCs) atau senyawa organik volatil.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X