Bahaya Kesehatan Kabut Asap, Guru Besar Unand: Partikel Tak Terlihat Bisa Masuk ke Aliran Darah

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 13 September 2026 | 21:05 WIB
Bencana kabut asap melanda wilayah Sumbar. (Foto: Dok Sumbar Daily)
Bencana kabut asap melanda wilayah Sumbar. (Foto: Dok Sumbar Daily)



Pertanyaan tersebut menjadi penting untuk membedakan gangguan kesehatan yang hanya bersifat sementara dengan ancaman kesehatan yang lebih serius.





Untuk memahami risiko tersebut, masyarakat perlu mengetahui apa saja yang terkandung dalam asap kebakaran.





Dalam kondisi pembakaran ideal, dengan oksigen yang cukup dan suhu tinggi, pembakaran akan menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O). Namun, kondisi ideal hampir tidak pernah terjadi pada kebakaran hutan dan lahan.





Api dapat berpindah-pindah, bahan yang terbakar sangat beragam, kadar air berbeda, dan oksigen tidak merata. Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya campuran produk pembakaran yang kompleks.





“Dalam kebakaran hutan dan lahan hampir tidak pernah terjadi ‘proses pembakaran sempurna’,” kata Hardisman.





Ia menjelaskan, secara sederhana komponen asap dapat dibagi menjadi empat kelompok besar, yakni partikulat, gas hasil pembakaran, senyawa organik volatil, serta berbagai zat tambahan yang muncul ketika api membakar material tertentu.





PM2.5 Jadi Perhatian Utama





Salah satu komponen yang paling penting dari sudut pandang kesehatan masyarakat adalah partikulat atau particulate matter (PM).





Ada PM10, yakni partikel dengan diameter aerodinamis sekitar 10 mikrometer atau lebih kecil. Ada pula PM2.5 yang berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X