berita

Karhutla Bisa Hancurkan Lapisan Gambut 15 Cm, Ini Dampaknya bagi Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:15 WIB
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Foto: Pixabay)




Hasil tersebut memperlihatkan bahwa perubahan sifat gambut setelah kebakaran berlangsung pada beberapa aspek sekaligus. Peningkatan kadar abu dan pH terjadi bersamaan dengan penurunan sejumlah komponen yang mendukung fungsi tanah.





Nitrogen merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan tanaman. Sementara itu, karbon organik berperan dalam mempertahankan karakteristik tanah, mendukung organisme, serta membantu penyimpanan air dan unsur hara.





Kapasitas tukar kation atau KTK adalah kemampuan tanah mempertahankan dan menyediakan unsur hara yang bermuatan positif bagi tanaman. Apabila kapasitas tersebut menurun, kemampuan tanah menyimpan unsur hara juga dapat terpengaruh.





Penurunan kemampuan menahan air turut menjadi perhatian karena kondisi air merupakan bagian penting dari karakteristik gambut. Perubahan ini menunjukkan bahwa kerusakan akibat kebakaran tidak hanya berkaitan dengan unsur hara, tetapi juga fungsi tanah dalam mempertahankan kelembapan.





Temuan di Sumatera Selatan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan beberapa sifat kimia tidak meniadakan risiko penurunan fungsi lainnya. Tanah yang menunjukkan kenaikan pH setelah terbakar tetap dapat mengalami kehilangan karbon organik, nitrogen, kemampuan menyimpan unsur hara, dan kapasitas menahan air.





Citra Satelit Sentinel-1A Mengungkap Penurunan Permukaan Gambut





Perubahan pada lahan gambut tidak selalu dapat diketahui hanya melalui pengamatan langsung di permukaan. Teknologi penginderaan jauh memungkinkan peneliti memantau perubahan elevasi lahan dalam cakupan wilayah yang lebih luas.





Penelitian Khakim dan rekan-rekannya pada 2020 menggunakan citra radar satelit Sentinel-1A untuk menganalisis perubahan permukaan gambut di Sumatera Selatan setelah kebakaran besar pada 2015.


Halaman:

Tags

Terkini