Karhutla Bisa Hancurkan Lapisan Gambut 15 Cm, Ini Dampaknya bagi Tanah

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:15 WIB
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Foto: Pixabay)



Kebakaran Dapat Menghilangkan Ketebalan Gambut hingga 15 Sentimeter





Pada tanah gambut, dampak kebakaran tidak hanya berkaitan dengan perubahan tingkat kesuburan. Lapisan tanah yang terbentuk dari penumpukan bahan organik selama waktu yang sangat panjang juga dapat berkurang akibat pembakaran.





Penelitian Wasis, Saharjo, dan Putra pada 2019 terhadap lahan gambut terbakar di Riau menemukan pengurangan ketebalan gambut sekitar 10–15 sentimeter. Penelitian tersebut juga mengidentifikasi kerusakan organisme tanah dan penurunan sejumlah indikator aktivitas biologis.





Kehilangan ketebalan tersebut menggambarkan bahwa kebakaran dapat menghancurkan sebagian material penyusun tubuh tanah. Kerusakan semacam ini berbeda dari sekadar hilangnya tanaman atau serasah yang berada di atas permukaan.





Besarnya kehilangan material dapat digambarkan melalui perhitungan volume. Jika lapisan gambut setebal 10 sentimeter hilang pada lahan seluas satu hektare, volume gambut yang berkurang setara dengan sekitar 1.000 meter kubik.





Angka tersebut merupakan gambaran volume material tanah yang hilang, bukan ukuran langsung jumlah karbon yang dilepaskan ke atmosfer. Penghitungan emisi karbon memerlukan informasi tambahan mengenai bobot isi gambut, kadar karbon, dan proporsi material yang benar-benar terbakar.





Perbedaan tersebut penting karena volume gambut yang hilang tidak dapat langsung dikonversi menjadi jumlah emisi tanpa memperhitungkan karakteristik materialnya. Oleh sebab itu, penilaian dampak kebakaran terhadap cadangan karbon membutuhkan data yang sesuai dengan kondisi lahan.





Penelitian lain oleh Sulaeman dan rekan-rekannya pada 2021 di Sumatera Selatan menunjukkan sejumlah perubahan pada sifat tanah gambut setelah kebakaran. Dibandingkan kondisi pembanding, kadar abu meningkat sebesar 57 persen dan pH naik sekitar 6 persen secara relatif.





Di sisi lain, penelitian itu mencatat penurunan nitrogen total sekitar 6 persen, kapasitas tukar kation sebesar 8 persen, karbon organik sebesar 2 persen, serta kemampuan menahan air sekitar 1–12 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X