Karhutla Bisa Hancurkan Lapisan Gambut 15 Cm, Ini Dampaknya bagi Tanah

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:15 WIB
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Foto: Pixabay)


Sumbardaily.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menyisakan pepohonan hangus dan kabut asap. Di bawah permukaan yang menghitam, kebakaran juga dapat menghancurkan bahan organik, mengurangi kemampuan tanah menyimpan air, mengganggu kehidupan mikroorganisme, bahkan menghilangkan sebagian lapisan tanah yang terbentuk selama ratusan hingga ribuan tahun.





Dampak tersebut terutama menjadi perhatian pada lahan gambut. Berbeda dengan tanah mineral yang umumnya mengalami kerusakan akibat panas di permukaan, tanah gambut dapat ikut terbakar hingga ke bagian bawah permukaan. Api bahkan bisa bertahan melalui proses pembaraan tanpa menghasilkan nyala yang mudah terlihat, sehingga sumber panasnya sulit ditemukan dan dipadamkan.





Penelitian di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan menunjukkan kebakaran dapat mengubah sifat fisik, kimia, dan biologis tanah. Pada lahan gambut yang terbakar, ketebalan tanah dapat berkurang, sementara kemampuan menyimpan air dan unsur hara juga berpotensi mengalami penurunan.





Ancaman karhutla masih menjadi perhatian sepanjang 2026, khususnya di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.





Berdasarkan data Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan, hingga 14 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, terdeteksi 294 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sebaran terbanyak tercatat di Kalimantan Tengah dengan 130 titik, disusul Sumatera Selatan sebanyak 91 titik dan Kalimantan Barat sebanyak 59 titik.





Selama ini, perhatian terhadap karhutla umumnya tertuju pada kobaran api, asap yang menyelimuti wilayah terdampak, serta vegetasi yang musnah. Padahal, kerusakan tidak berhenti ketika api padam. Perubahan pada tanah dapat berlangsung setelah kebakaran selesai dan memengaruhi kemampuan lahan mendukung pertumbuhan tanaman maupun menjalankan fungsi ekologisnya.





Prof. Dian Fiantis, dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, sekaligus Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand), menjelaskan karakteristik tanah menentukan bagaimana kebakaran memengaruhi lahan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X