Karhutla Bisa Hancurkan Lapisan Gambut 15 Cm, Ini Dampaknya bagi Tanah

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:15 WIB
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Foto: Pixabay)



“Temuan ini menegaskan pentingnya memastikan air mencapai bagian gambut yang membara, bukan sekadar membasahi permukaannya,” kata Dian.





Perbedaan cara kerja kedua metode tersebut menunjukkan pentingnya mengetahui posisi sumber panas sebelum menentukan pendekatan pemadaman. Jika pembaraan berlangsung di bawah permukaan, penanganan perlu menjangkau lapisan yang terbakar agar sumber panas tidak tertinggal.





Pada gambut, tantangan tersebut diperbesar oleh karakteristik material yang kaya bahan organik. Selama lapisan itu masih kering dan terdapat sumber panas, pembaraan dapat berlangsung tanpa nyala api yang mudah dikenali. Karena itu, keberhasilan pemadaman tidak cukup ditentukan oleh kondisi permukaan yang tampak basah atau tidak lagi mengeluarkan asap.





Pemulihan Tanah Mineral dan Gambut Memerlukan Penanganan Berbeda





Setelah kebakaran dipadamkan, perhatian berikutnya adalah memulihkan fungsi tanah yang terdampak. Upaya pemulihan tidak hanya berhubungan dengan tumbuhnya kembali vegetasi, tetapi juga dengan perlindungan struktur tanah, pemulihan bahan organik, dan pengendalian perubahan kondisi air.





Pada tanah mineral, pemulihan dapat dilakukan melalui penanaman vegetasi penutup, penambahan bahan organik yang sesuai, serta pengendalian erosi. Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk memperbaiki kondisi tanah sekaligus melindungi permukaannya dari kerusakan lanjutan.





Vegetasi penutup berperan mengurangi paparan langsung permukaan tanah terhadap hujan. Sementara itu, penambahan bahan organik yang sesuai dapat mendukung perbaikan kondisi tanah yang mengalami kehilangan material organik akibat kebakaran.





Namun, kebutuhan pemulihan perlu mempertimbangkan tingkat kerusakan yang terjadi. Perubahan sifat kimia, fisik, dan biologis tanah dapat berbeda pada setiap lokasi sehingga kondisi tanah menjadi bagian penting dalam menentukan upaya rehabilitasi.





Pada lahan gambut, pengelolaan air menjadi perhatian utama. Pemulihan memerlukan pembasahan kembali atau rewetting, termasuk pengendalian saluran drainase yang menyebabkan pengeringan berlebihan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X