Karhutla Bisa Hancurkan Lapisan Gambut 15 Cm, Ini Dampaknya bagi Tanah

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:15 WIB
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Foto: Pixabay)




“Pada lahan gambut, pemulihan memerlukan pengelolaan tata air melalui pembasahan kembali atau rewetting, termasuk pengendalian saluran drainase yang menyebabkan pengeringan berlebihan,” ujar Dian.





Pengelolaan tata air berkaitan dengan kondisi yang membuat gambut rentan terbakar. Ketika air berkurang dan lapisan gambut mengering, bahan organik yang menyusun tanah menjadi lebih mudah terbakar. Karena itu, pemulihan kondisi air merupakan bagian penting dalam penanganan lahan gambut pascakebakaran.





Meski sejumlah sifat tanah dapat mengalami perbaikan, proses tersebut tidak berarti seluruh kerusakan bisa dipulihkan dalam waktu singkat. Terutama pada gambut, kembalinya sebagian indikator kimia mendekati kondisi awal tidak sama dengan terbentuknya kembali lapisan tanah yang telah hilang.





Penelitian Hartono dan rekan-rekannya pada 2022 di Kubu Raya, Kalimantan Barat, menunjukkan sejumlah sifat kimia gambut dua tahun setelah kebakaran tidak berbeda nyata dibandingkan dengan gambut yang tidak terbakar.





Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa sebagian indikator kualitas kimia tanah dapat kembali mendekati kondisi pembanding setelah periode tertentu. Namun, hasil itu tidak menunjukkan bahwa semua aspek tanah telah pulih, terlebih jika kebakaran menyebabkan berkurangnya ketebalan lapisan gambut.





Pemulihan sifat kimia perlu dibedakan dari pemulihan material tanah. Sebagian karakteristik dapat berubah kembali seiring waktu, sedangkan pembentukan lapisan gambut berlangsung melalui akumulasi sisa tumbuhan dalam kondisi yang mendukung proses tersebut selama periode panjang.





Gambut Terbentuk Ribuan Tahun, tetapi Dapat Rusak dalam Hitungan Minggu





Gambut terbentuk melalui proses alam yang berlangsung sangat lambat. Penumpukan sisa tumbuhan dalam kondisi jenuh air memungkinkan bahan organik terakumulasi selama ratusan hingga ribuan tahun. Pada lokasi tertentu, proses tersebut menghasilkan lapisan dengan ketebalan lebih dari 10 meter.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X