“Keberadaan E. coli dapat menunjukkan kontaminasi fekal, tetapi jumlahnya tidak selalu sejalan dengan keberadaan virus enterik manusia. Bakteri dan virus memiliki karakteristik biologis yang berbeda, termasuk ketahanan terhadap kondisi lingkungan dan proses pengolahan air,” jelasnya.
PMMoV menawarkan pendekatan alternatif karena dapat ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada limbah domestik dan memiliki karakteristik partikel yang relatif stabil di lingkungan. Keberadaannya juga tidak bergantung secara langsung pada tingkat infeksi virus tertentu pada manusia.
Karakteristik tersebut membuat PMMoV berpotensi melengkapi informasi yang diperoleh melalui pemeriksaan E. coli. Jika keduanya diperiksa secara bersamaan, peneliti dapat membandingkan pola hasil pengukuran dan menilai apakah PMMoV memberikan informasi tambahan mengenai pencemaran fekal.
Pemeriksaan PMMoV dapat dilakukan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) dan quantitative PCR (qPCR) melalui pendekatan yang melibatkan transkripsi balik untuk target RNA. Metode tersebut memungkinkan materi genetik virus dideteksi secara spesifik, sedangkan pendekatan kuantitatif dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah salinan genetik dalam sampel.
Hasil pemeriksaan dapat membantu peneliti memantau perubahan konsentrasi PMMoV di antara lokasi atau mengevaluasi perubahan selama pengolahan air limbah. Namun, manfaatnya perlu dibuktikan melalui validasi metode dan perbandingan dengan indikator lain yang relevan.
Salah satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah kemungkinan PMMoV ditemukan dalam feses hewan yang mengonsumsi tanaman terinfeksi. Dengan demikian, keberadaan virus tersebut tidak selalu dapat dianggap berasal dari manusia saja.
Faktor itu perlu diperhitungkan dalam penelitian agar hasil pemeriksaan tidak ditafsirkan secara berlebihan. PMMoV merupakan kandidat indikator molekuler pencemaran fekal, tetapi sumber materi genetik yang terdeteksi tetap perlu dipahami berdasarkan kondisi lingkungan dan karakteristik sampel.
Bagaimana PMMoV Dideteksi dari Sampel Air?
Deteksi PMMoV pada air dilakukan menggunakan pendekatan biologi molekuler. Prosesnya berbeda dari pemeriksaan bakteri yang menggunakan metode kultur atau pemeriksaan DNA secara langsung karena PMMoV memiliki materi genetik berupa RNA.