Tradisi Kuliner Minang Buka Peluang Riset Virus Cabai sebagai Indikator Pencemaran

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:12 WIB



“Kelimpahannya yang tinggi dalam tinja dan air limbah domestik, serta kestabilan partikelnya di lingkungan, menjadikan PMMoV kandidat yang menjanjikan untuk melengkapi indikator virus manusia dalam pemantauan pencemaran fekal,” lanjut Fadli.





Di Sumatera Barat, pengujian dapat dilakukan dengan membandingkan konsentrasi PMMoV pada perairan yang menerima buangan domestik dan badan air dengan tekanan aktivitas manusia yang lebih rendah. Hasilnya dapat dibandingkan dengan E. coli serta indikator lain yang relevan untuk mengetahui sejauh mana PMMoV memberikan informasi tambahan.





M. Fadli menyampaikan Sumbar menjadi wilayah yang menarik untuk pengembangan penelitian ini karena tradisi konsumsi cabai memberikan alasan ilmiah untuk menguji relevansi PMMoV dalam konteks lokal. Namun, tingkat konsumsi cabai tidak dapat dijadikan bukti tunggal bahwa virus tersebut memiliki konsentrasi tinggi di seluruh perairan.





“Bagi Indonesia, termasuk Sumbar, peluang pengembangannya terbuka. Penelitian lokal yang terencana dapat menentukan apakah PMMoV cukup konsisten, sensitif, dan ekonomis untuk melengkapi metode pemantauan yang sudah digunakan,” tutup Fadli. (*)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X