Sumbardaily.com – Cabai yang menjadi bagian penting dalam kuliner masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) ternyata memiliki keterkaitan dengan penelitian kualitas air. Tanaman yang digunakan dalam berbagai masakan Minangkabau itu menjadi inang Pepper mild mottle virus (PMMoV), virus tanaman yang juga dapat ditemukan dalam jumlah tinggi pada tinja manusia dan limbah domestik.
Karakteristik tersebut membuka peluang pemanfaatan PMMoV sebagai indikator molekuler untuk membantu mendeteksi pencemaran fekal di sungai, danau, saluran drainase, serta sumber air lainnya. Pendekatan ini dinilai menarik untuk dikaji karena keberadaan virus dapat membantu memberikan gambaran mengenai pengaruh limbah domestik terhadap kualitas perairan.
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand), M. Fadli, Ph.D., menjelaskan PMMoV merupakan virus yang menginfeksi tanaman cabai. Virus tersebut dapat masuk ke saluran pencernaan manusia melalui konsumsi cabai atau produk pangan yang mengandung PMMoV, kemudian sebagian materi virus dikeluarkan bersama tinja.
“Temuan ini membuka peluang menarik untuk memanfaatkan PMMoV sebagai indikator molekuler dalam pemantauan pencemaran fekal di sungai, danau, saluran drainase, dan sumber air lainnya,” ujarnya, dilansir dari Kepakaran Unand, Selasa (20/10/2026).
Menurut Fadli, karakteristik PMMoV memberikan dasar untuk mengembangkan penelitian mengenai pencemaran perairan. Namun, potensi tersebut tetap perlu diuji melalui pengambilan sampel dan pengukuran langsung untuk mengetahui konsentrasi virus di lingkungan.
Mengenal PMMoV, Virus yang Menginfeksi Tanaman Cabai
Pepper mild mottle virus atau PMMoV merupakan virus tanaman dari kelompok Tobamovirus. Dalam nomenklatur taksonomi yang disebutkan Fadli, nama barunya adalah Tobamovirus capsici menurut ICTV. Virus ini diketahui menginfeksi tanaman cabai dari genus Capsicum.
PMMoV memiliki materi genetik berupa RNA untai tunggal dengan polaritas positif atau positive-sense single-stranded RNA (+ssRNA). Partikelnya berbentuk batang dan dilindungi oleh kapsid protein yang kuat.