Pendekatan interaktif digunakan untuk memperkenalkan fungsi Mozy dengan cara yang mudah dipahami. Pengunjung tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai layanan digital, tetapi juga dapat mencoba fitur yang tersedia melalui aktivitas di stan.
Stan Hutama Karya tersebut turut dikunjungi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar, serta sejumlah pemangku kepentingan dan peserta konferensi lainnya.
Kehadiran Mozy melengkapi pengenalan inovasi perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis pengelolaan infrastruktur, tetapi juga pada penyediaan informasi dan kemudahan bagi pengguna jalan tol.
Melalui TROMS, HKA Si Patrol, LAMPS, Mahardihka Barrier, dan Mozy, stan tersebut menampilkan berbagai pendekatan yang berkaitan dengan operasional, pemeliharaan, pengelolaan aset, serta pengalaman perjalanan pengguna.
KRTJ ke-16 Soroti Ketahanan Jalan terhadap Bencana dan Perubahan Iklim
Tema ketahanan infrastruktur jalan dan jembatan terhadap bencana serta perubahan iklim menjadi salah satu fokus pembahasan dalam KRTJ ke-16.
Dalam materi sambutannya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar menekankan pentingnya pengelolaan infrastruktur berdasarkan risiko dan siklus hidup aset.
Pendekatan tersebut mencakup identifikasi wilayah atau bagian infrastruktur yang rawan bencana, penerapan desain adaptif, pemeliharaan preventif, serta pemanfaatan data dan teknologi sejak tahap perencanaan hingga pengoperasian.
Pengelolaan berbasis risiko dan siklus hidup menempatkan keandalan infrastruktur sebagai aspek yang perlu dijaga secara berkelanjutan. Pembangunan jalan dan jembatan tidak hanya dinilai dari hasil konstruksi, tetapi juga dari kemampuannya mempertahankan fungsi pelayanan dalam berbagai kondisi.