LAMPS dirancang untuk membantu menjaga produktivitas dan konsistensi mutu campuran aspal. Sistem tersebut juga mendukung efisiensi produksi serta menekan risiko ketidaksesuaian kualitas material yang digunakan dalam pekerjaan pelapisan ulang atau overlay dan penambalan jalan atau patching.
Kualitas material menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pekerjaan pemeliharaan. Melalui teknologi pendukung produksi tersebut, HKA berupaya menjaga konsistensi campuran aspal agar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Inovasi lain yang diperkenalkan adalah HKA Si Patrol, sistem berbasis kecerdasan artifisial yang digunakan untuk mendeteksi kerusakan permukaan jalan melalui kamera yang terpasang pada kendaraan patroli.
Sistem tersebut dapat mengenali sejumlah jenis kerusakan dan kondisi permukaan jalan, antara lain lubang, retakan, retak buaya, tambalan, alur atau rutting, serta marka jalan yang memudar.
Setiap temuan dilengkapi koordinat lokasi, foto, dan informasi tingkat keparahan. Data hasil deteksi kemudian diintegrasikan dengan TROMS untuk mendukung penanganan kerusakan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Dengan dukungan kamera dan pengolahan berbasis AI, kegiatan patroli tidak hanya berfungsi untuk memantau kondisi jalan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengumpulan data kerusakan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk membantu menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan serta menyusun prioritas pemeliharaan.
Direktur Utama HKA M. Rozi Rinjayadi mengatakan pengembangan teknologi perusahaan ditujukan untuk menjawab kebutuhan operasional dan pemeliharaan jalan tol sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna.