Hutama Karya Pamerkan Inovasi Jalan Tol, dari AI hingga Landasan Pacu Darurat

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:25 WIB



Dalam konferensi dan pameran itu, Hutama Karya bersama anak usahanya menghadirkan dua makalah penelitian, sedangkan PT Hakaaston (HKA) memperkenalkan berbagai inovasi operasi dan pemeliharaan jalan tol. Stan perusahaan juga menghadirkan Mozy by Hutama Karya, layanan perjalanan digital yang diperkenalkan melalui demonstrasi fitur dan aktivitas interaktif bagi pengunjung.





Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian konstruksi. Menurut dia, pengelolaan aset dan layanan harus mampu memberikan manfaat kepada masyarakat selama infrastruktur tersebut beroperasi.





"Bagi Hutama Karya, membangun infrastruktur juga berarti memastikan manfaatnya terus dirasakan masyarakat sepanjang masa layanan. Melalui forum ini, kami berbagi pengetahuan dan pengalaman sekaligus menghadirkan inovasi yang mendukung pengelolaan jalan serta layanan kepada pengguna. Kami ingin setiap pengembangan teknologi memberikan manfaat yang nyata agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman," ujar Iwan.





Dua Makalah Hutama Karya Bahas Digitalisasi Jembatan dan Koridor Gajah





Salah satu kontribusi Hutama Karya dalam KRTJ ke-16 berupa pemaparan dua penelitian yang disusun bersama PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Kajian tersebut mengangkat pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan aset jembatan dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada infrastruktur jalan tol.





Penelitian pertama berjudul "Analisis Ketelitian Model 3D As-Built Jembatan Khusus Sei Wampu Berbasis Teknologi TLS di Ruas Tol Binjai-Pangkalan Brandan".





Makalah tersebut disusun Tiara Oktaliyani, Annisa Dewanti Putri, Veri Pramesto, dan Martin Hutagalung. Penelitian berfokus pada pengintegrasian teknologi Terrestrial Laser Scanning (TLS) dengan Building Information Modeling (BIM) untuk menghasilkan model tiga dimensi yang menggambarkan kondisi aktual jembatan.





Teknologi pemindaian laser digunakan untuk memperoleh data bentuk dan dimensi objek, sedangkan BIM memungkinkan informasi teknis aset diintegrasikan ke dalam model digital. Kombinasi keduanya digunakan untuk mendukung dokumentasi kondisi jembatan dan perencanaan pemeliharaan berbasis data.





Berdasarkan hasil evaluasi yang dipaparkan dalam penelitian, deviasi dimensi model berada pada kisaran plus-minus 5-10 milimeter. Nilai tersebut masih berada dalam batas toleransi kajian yang digunakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X