IPW Ungkap Beda Gaya Suyudi Ario Seto, Idham Azis dan Listyo Sigit Saat Awal jadi Kapolri

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 5 Oktober 2026 | 17:59 WIB
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto (kanan) bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers bersama pasca keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Suyudi menggantikan Listyo Sigit setelah 5,9 tahun menjabat sebagai Kapolri. (Dok. Tangkapan Layar/YouTube: Sekretariat Presiden)
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto (kanan) bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers bersama pasca keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Suyudi menggantikan Listyo Sigit setelah 5,9 tahun menjabat sebagai Kapolri. (Dok. Tangkapan Layar/YouTube: Sekretariat Presiden)



Komjen Wahyu Widada yang sebelumnya menjabat Irwasum Polri dimutasi menjadi Pati Itwasum untuk penugasan di ATR/BPN. Kabareskrim Komjen Syahardiantono dipindahkan menjadi Pati Bareskrim untuk penugasan di KSP.





Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan juga dimutasi menjadi Pati Baintelkam untuk penugasan di KSP.





Sementara Komjen Ricky Zainal Panca Putra Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Kalemdiklat dimutasi menjadi Pati Bareskrim untuk penugasan di Kementerian Hukum (Kemenkum).





Perubahan yang paling mencolok salah satunya menimpa Irjen Pipit Rismanto. Perwira lulusan Akpol 1994 itu belum genap tiga bulan menjabat Kapolda Jawa Barat ketika dicopot dan dimutasi dengan penugasan di Kemenkum.





"Kami menduga pencopotan Irjen Pipit Rismanto sebagai Kapolda Jawa Barat berkaitan dengan posisi Jawa Barat sebagai lumbung suara terbesar dalam kontestasi politik 2029," ujarnya.





Dalam perspektif sosiologi organisasi, IPW menilai mutasi tersebut dapat dibaca sebagai degradasi kekuasaan internal tanpa disertai degradasi pangkat. Mereka secara formal tetap menyandang pangkat yang sama, tetapi secara struktur tampak seperti "dibuang".





"Gerbong Listyo Sigit baik yang merupakan teman seangkatan Akpol 1991 maupun kelompok lainnya, dinilai merasakan dampak serupa," ungkap Ketua IPW.





Di sisi lain, IPW melihat adanya kelompok dari luar struktur Polri yang ditarik masuk ke sejumlah posisi strategis. Kelompok tersebut berasal dari BNN dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X