berita

Sering Mengkritik Orang Lain? Kenali Batas Kritik Sehat dan Toksik

Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:04 WIB
Ilustrasi Kritik (Foto: Magnific)


Sumbardaily.com – Kritik tidak selalu menjadi tanda ketidakpedulian. Kritik yang disampaikan secara objektif justru dapat menjadi bentuk perhatian dan keinginan untuk memperbaiki keadaan. Namun, ketika kritik terus-menerus menyerang pribadi, disertai sindiran, dan tidak menawarkan solusi, perilaku tersebut dapat berubah menjadi kritik toksik.





Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Prof. Hardisman, menjelaskan bahwa persoalan utama dalam kritik bukan sekadar apa yang disampaikan, melainkan juga alasan seseorang mengkritik, sasaran kritik, cara penyampaian, serta tindakan setelah kritik diberikan.





Dalam perspektif neuropsikologi, kritik dapat menjadi sarana untuk memperbaiki keadaan. Sebaliknya, kritik juga dapat digunakan sebagai mekanisme pertahanan ego untuk membuat seseorang merasa lebih unggul daripada orang lain.





"Kritik yang objektif menjadi bentuk kepedulian karena di dalamnya terdapat keinginan agar sesuatu menjadi lebih baik. Sebaliknya, kritik yang terus-menerus, personal, sinis, dan tidak pernah disertai gagasan perbaikan dapat menjadi sesuatu yang sangat berbeda," jelasan Prof. Hardisman dalam materinya mengenai batas antara kepedulian dan kritik toksik, dilansir dari Kepakaran Unand, Jumat (9/10/2026).





Kritik Objektif Merupakan Bentuk Kepedulian





Hardisman menjelaskan, kritik yang sehat memiliki sasaran yang jelas, seperti keputusan, kebijakan, perilaku, data, proses, atau hasil. Kritik tersebut dapat diperdebatkan dan bahkan terbukti keliru, tetapi orang yang menyampaikannya tetap membuka ruang untuk menerima koreksi.





Sikap tersebut menunjukkan kerendahan hati karena seseorang bersedia mengakui bahwa pendapatnya belum tentu benar.





Dalam hubungan sosial, kritik objektif juga menjadi bentuk perhatian. Seseorang yang bersedia memahami persoalan, mengumpulkan fakta, dan menyampaikan keberatan dengan argumentasi rasional menunjukkan adanya keinginan agar keadaan menjadi lebih baik.


Halaman:

Tags

Terkini