Ada empat prinsip yang perlu diperhatikan ketika menyampaikan kritik.
Pertama, kritik harus berangkat dari keinginan memperbaiki keadaan (ishlah).
Nasihat yang benar tidak bertujuan memenangkan perdebatan, mempermalukan orang lain, atau menunjukkan bahwa pemberi nasihat lebih benar. Tujuannya membantu seseorang melihat kekeliruan yang mungkin tidak disadari dan memberikan kesempatan untuk memperbaikinya.
Kedua, kritik harus didasarkan pada fakta yang dapat diperiksa.
Hardisman mengingatkan pentingnya membedakan fakta dari prasangka, kabar yang belum diperiksa, dan kesimpulan berdasarkan emosi pribadi.
Prinsip tabayyun dalam QS Al-Hujurat ayat 6 mengajarkan bahwa informasi harus diperiksa sebelum dijadikan dasar untuk menilai atau menyalahkan seseorang.
Orang yang benar-benar berniat memberikan nasihat perlu membedakan antara mengetahui bahwa sesuatu salah dan sekadar merasa bahwa sesuatu tersebut salah.
Ketiga, kritik harus disampaikan dengan cara yang tepat.