Dharmasraya Lampaui Inflasi Sumbar September 2026, Tembus 4,42 Persen

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 17:07 WIB
Ilustrasi Inflasi (Foto: Unsplash)
Ilustrasi Inflasi (Foto: Unsplash)



Seluruh subkelompok dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi. Subkelompok makanan mengalami inflasi tertinggi sebesar 4,28 persen.





Kemudian subkelompok rokok dan tembakau mengalami inflasi 3,37 persen, sedangkan subkelompok minuman yang tidak beralkohol naik 2,80 persen.





Daging ayam ras menjadi salah satu komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi tahunan kelompok tersebut, yakni 0,31 persen. Beras memberikan andil 0,23 persen.





Minyak goreng dan ikan cakalang atau ikan sisik masing-masing memberikan andil 0,11 persen. SKM memberikan andil 0,10 persen, sedangkan ikan nila 0,08 persen.





Di sisi lain, cabai merah memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 0,23 persen. Bawang merah memberikan andil deflasi 0,16 persen dan telur ayam ras 0,03 persen.





Inflasi Bulanan Dipicu Cabai Merah





Jika dibandingkan dengan Agustus 2026, sejumlah komoditas mengalami perubahan harga yang turut memengaruhi inflasi bulanan Sumatera Barat.





Pada September 2026, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi m-to-m sebesar 0,59 persen.





Cabai merah menjadi komoditas dengan andil terbesar, yakni 0,47 persen. Selanjutnya daging ayam ras, beras, cabai hijau, serta ikan cakalang atau ikan sisik masing-masing memberikan andil 0,03 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X