Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,06 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi 3,07 persen.
Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 1,26 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 5,67 persen.
Kelompok kesehatan mengalami inflasi 1,34 persen, sedangkan kelompok transportasi naik 4,66 persen.
Berikutnya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi 2,90 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,31 persen.
Kelompok pendidikan mengalami inflasi 1,29 persen. Sementara penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 3,83 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi 7,47 persen.
Dari seluruh kelompok tersebut, makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu kelompok yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi tahunan Sumatera Barat.
BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 1,38 persen. Kelompok transportasi memberikan andil 0,49 persen, sedangkan penyediaan makanan dan minuman/restoran memberikan andil 0,42 persen.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,39 persen. Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil 0,22 persen.