Pengerukan Besar di Hilir Belum Mendesak
Berdasarkan analisis terintegrasi dari kawasan hulu hingga muara, Mas Mera merumuskan sejumlah rekomendasi bagi pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.
Pertama, pengerukan sedimen secara masif di badan utama Batang Kuranji pada segmen hilir, khususnya Lapai, untuk saat ini belum mendesak. Alasannya, proses alami telah menjalankan mekanisme pembilasan sedimen.
Kedua, penanganan dapat diarahkan pada titik-titik kritis lokal. Pembersihan secara terarah dinilai cukup dilakukan pada lokasi penyempitan, seperti di sekitar abutment jembatan dan tikungan dalam sungai. Langkah tersebut ditujukan untuk mengamankan struktur sekaligus mempertahankan penampang basah sungai.
Ketiga, pemerintah perlu memprioritaskan studi masterplan Muara Batang Kuranji melalui studi kelayakan rekayasa pantai (coastal engineering). Opsi peledakan ambang batuan atau karang dasar serta perencanaan struktur jetty perlu dikaji secara matang.
Langkah tersebut diperlukan untuk mengunci sedimentasi yang berasal dari laut sekaligus mengamankan jalur luapan banjir pada masa mendatang.
Keempat, mitigasi nonfisik juga harus diperkuat. Pemukiman di kawasan berdataran rendah sepanjang bantaran Batang Kuranji masih rentan tergenang ketika debit puncak melampaui kapasitas penampang basah sungai.
Karena itu, peningkatan sistem peringatan dini (Early Warning System) yang berbasis curah hujan secara real-time perlu terus diperkuat.