Fenomena Unik Banjir Padang: Sedimen Batang Kuranji Terbilas ke Laut

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:23 WIB
DAS Batang Kuranji saat hujan intensitas tinggi melanda pada Senin, 3 Agustus 2026. (Foto: Mas Mera)
DAS Batang Kuranji saat hujan intensitas tinggi melanda pada Senin, 3 Agustus 2026. (Foto: Mas Mera)


Sumbardaily.com – Banjir kembali melanda Kota Padang pada Senin, 3 Agustus 2026 lalu. Di balik dampaknya terhadap warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), khususnya di sekitar Batang Kuranji, terdapat fenomena hidro-sedimentologi yang menarik. Banjir dengan intensitas hujan ekstrem tersebut justru turut menjalankan mekanisme pembilasan alami atau self-flushing yang menggelontorkan sedimen dari badan sungai menuju laut.





Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand), Prof. Mas Mera, menjelaskan fenomena banjir tersebut perlu dibaca secara rasional dan objektif melalui evaluasi ilmiah berbasis data dinamika hidrologi serta pengamatan sedimentologi di lapangan. Menurutnya, pemahaman terhadap hubungan antara intensitas hujan, debit sungai, pergerakan sedimen, kondisi pasang-surut, hingga dinamika muara menjadi penting untuk melihat persoalan banjir Padang secara utuh.





Berdasarkan rekaman data Stasiun Penakar Hujan Arau, presipitasi awal telah terdeteksi sejak Minggu malam, 2 Agustus 2026. Saat itu, hujan dengan curah 20 milimeter terjadi selama dua jam, yakni pada pukul 19.01-21.00 WIB. Hujan kemudian berlanjut dengan intensitas ringan berupa gerimis hingga siang hari berikutnya.





Puncak hujan ekstrem terjadi pada 3 Agustus 2026. Hujan lebat mengguyur tanpa henti selama 10 jam, mulai pukul 10.01 hingga 20.00 WIB. Dalam periode tersebut, akumulasi curah hujan mencapai 384,5 milimeter.





"Angka ini mencerminkan intensitas rata-rata yang sangat tinggi, yaitu 38,45 mm/jam. Dalam klasifikasi klimatologi, angka akumulasi harian tersebut telah melampaui ambang batas hujan ekstrem harian," kata Prof. Mas Mera, dikutip dari Kepakaran Unand Selasa (11/8/2026).





Hujan baru benar-benar mereda menjelang subuh pada 4 Agustus 2026. Kondisi tersebut ditandai dengan mulai terbukanya tutupan awan di langit.





Air Batang Kuranji Pekat Bukan Banjir Lumpur





Intensitas hujan yang sangat tinggi kemudian memicu peningkatan cepat elevasi muka air di Batang Kuranji. Air sungai terlihat sangat pekat karena membawa muatan sedimen dalam jumlah besar.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X