Menurut Derisma, regulasi dalam konteks tersebut bukan semata-mata pembatas inovasi. Regulasi justru dapat menjadi fondasi bagi inovasi yang bertanggung jawab.
“Regulasi dalam konteks ini bukan semata-mata pembatas inovasi. Regulasi justru dapat menjadi fondasi bagi inovasi yang bertanggung jawab,” ujar Derisma.
Perguruan tinggi tetap memiliki ruang untuk mengembangkan kebijakan internal sesuai kebutuhan dan karakteristik institusinya, tetapi tetap berada dalam kerangka nasional yang ditetapkan.
Manusia Tetap Menjadi Pusat Pendidikan
Pada akhirnya, perguruan tinggi tidak perlu memilih antara AI atau manusia. Yang perlu dibangun adalah ekosistem ketika manusia dan AI dapat bekerja bersama secara produktif, kritis, etis, dan bertanggung jawab.
Mahasiswa perlu menjadi pengguna AI yang kritis, bukan pengguna yang bergantung. Dosen perlu menjadi pengarah pemanfaatan AI, bukan sekadar pengguna AI untuk membuat materi.
Peneliti juga perlu memanfaatkan AI sebagai mitra ilmiah tanpa menyerahkan tanggung jawab ilmiahnya kepada mesin. Sementara itu, perguruan tinggi perlu memastikan seluruh ekosistem tersebut berjalan dalam tata kelola yang jelas.
“Kita tidak perlu memilih antara AI atau manusia. Yang perlu kita bangun adalah ekosistem di mana manusia dan AI dapat bekerja bersama secara produktif, kritis, etis, dan bertanggung jawab,” Derisma menambahkan.