Dosen Unand Soroti AI di Kampus: “Bayar Puluhan Juta untuk Apa?”

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 23:19 WIB
Ilustrasi AI (Foto: Pexels)
Ilustrasi AI (Foto: Pexels)




Pedoman tersebut bahkan menekankan perlunya asesmen yang tetap mampu mengukur capaian pembelajaran meskipun mahasiswa memiliki akses terhadap GenAI. Gagasan tersebut disebut dengan istilah “GenAIproof”.





“Asesmen perlu lebih banyak mengukur proses berpikir dan kompetensi nyata mahasiswa melalui proyek, studi kasus, presentasi, demonstrasi, diskusi, eksperimen, refleksi, dan pemecahan masalah,” lanjut Derisma.





Dengan pendekatan tersebut, akses mahasiswa terhadap AI tidak serta-merta menghilangkan kemampuan perguruan tinggi untuk menilai capaian pembelajaran.





Lalu, Apa yang Sebenarnya Dibayar Mahasiswa?





Pada titik ini, pertanyaan “Bayar puluhan juta untuk apa kalau semuanya dibantu AI?” justru menjadi bahan refleksi penting bagi perguruan tinggi.





Mahasiswa sesungguhnya tidak membayar hanya untuk mendapatkan informasi. Di era internet dan AI, informasi semakin mudah diperoleh.





Nilai utama perguruan tinggi seharusnya terletak pada proses pembentukan kompetensi. Kemampuan tersebut meliputi berpikir kritis, memecahkan masalah, melakukan penelitian, berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, membangun integritas, dan menerapkan pengetahuan dalam persoalan nyata.





“Mahasiswa sesungguhnya tidak membayar hanya untuk mendapatkan informasi. Di era internet dan AI, informasi semakin mudah diperoleh. Nilai utama perguruan tinggi seharusnya terletak pada proses pembentukan kompetensi,” kata Derisma.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X