Karena itu, ia mendorong kesadaran masyarakat dibangun mulai dari lingkungan rumah tangga.
"Nah oleh karena itu kita harapkan kesadaran masyarakat, seperti di Parak Karakah ini," katanya.
Fauzi juga mengusulkan agar kemampuan penanggulangan kebakaran yang diberikan dalam pelatihan dapat diuji langsung di lapangan. Ia menekankan kembali pentingnya memastikan instalasi listrik aman.
"Kalau perlu kita ujicoba penanggulangan kebakaran ini di lapangan, tetap semua kebakaran itu pada hari ini, hampir lebih dari 80 persen berasal dari korsleting listrik, oleh karena itu instalasi listrik itu harus terjamin, yang sudah tua, yang daya kecil namun sedotnya banyak, pasti korslet. Kesadaran ini harus dimulai dari rumah tangga," katanya.
Menurutnya, apabila kesadaran tersebut dapat dibangun, angka kebakaran dapat ditekan. Di sisi lain, kesiapsiagaan petugas dan ketersediaan sarana pemadam juga menjadi bagian penting karena terdapat jeda waktu sejak kebakaran terjadi hingga petugas tiba di lokasi.
"Kalau ini tercapai, angka kebakaran bisa ditekan. Antisipasinya, seperti dijelaskan Kadis Damkar, meletakkan pos-pos Damkar di tiap kecamatan, namun ada rentang antara kebakaran dengan sampainya petugas kebakaran itu sendiri, itu juga yang membuat api menyebar dengan cepat," ucapnya.
Ia menegaskan pencegahan membutuhkan keterlibatan masyarakat sekaligus kesiapan unsur pemadam kebakaran.