"Sosialisasi yang digelar dari Dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Padang, Rafli Boy ini merupakan gerakan emas, karena kita sadar, membangun rumah itu tidak gampang," kata Zaitul.
Dirinya juga menyoroti kondisi rumah yang terbakar. Berdasarkan data yang diamatinya, ia menyebut rumah masyarakat kalangan menengah ke bawah sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan.
"Dari data yang saya amati, tapi boleh dicek, rumah yang terbakar itu rata-rata adalah rumah masyarakat kalangan menengah ke bawah, karena di kompleks mewah itu sudah tertata," katanya.
Menurutnya, pengetahuan yang diberikan dalam pelatihan dapat diterapkan mulai dari penataan rumah hingga pemilihan peralatan yang berhubungan dengan keselamatan. Salah satu hal yang disorot adalah penggunaan kabel listrik.
"Dengan sosialisasi ini, masyarakat bisa tahu langkah-langkah teknis strategis untuk pencegahan kebakaran, mulai dari menata rumah dan lain sebagainya, bahkan sampai kita membeli alat-alat yang terkait dengan pencegahan kebakaran," ucapnya.
"Sebagai contoh, selama ini masyarakat hanya membeli kabel listrik yang murah, bukan yang berkualitas," sambung Zaitul.
Zaitul menilai Dinas Damkar Kota Padang telah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menekan risiko kebakaran sedini mungkin. Ia kemudian mengusulkan agar edukasi tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
"Dinas Damkar Kota Padang sudah melakukan pencerahan dan pencerdasan kepada masyarakat untuk mengantisipasi agar bahaya kebakaran ini bisa ditekan sedini mungkin. Saran saya, apa yang diterima itu dikembangkan, bahkan jika memungkinkan, digagas juga Kampung Siaga Bencana Kebakaran," katanya.