Karena itu, katanya, edukasi tidak berhenti pada penyampaian materi. Masyarakat juga diberikan praktik agar mengetahui tindakan yang dapat dilakukan ketika api mulai muncul.
"Jadi kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat bisa mengerti tentang bahaya kebakaran dan yang terpenting juga bagaimana mereka bisa memadamkan api itu secara dini," ujar Budi Payan.
Budi menyebut kegiatan tersebut diikuti 45 peserta. Rencananya, kegiatan serupa dilaksanakan sebanyak empat kali. Dengan jumlah peserta yang sama, total masyarakat yang ditargetkan mendapatkan edukasi mencapai 180 orang.
"Jadi kegiatan ini tak hanya memberi teori, tapi juga memberi praktik, jumlah peserta 45 orang, jadi kita rencana kami ada 4 kali kegiatan sehingga kami bisa mengedukasi 180 orang dan kami juga berharap, adanya tokoh masyarakat yang ikut edukasi ini, bisa menyampaikan kepada sanak saudara, tetangga atau orang-orang di lingkungan," katanya.
Data rata-rata 25 kejadian kebakaran setiap bulan menjadi perhatian tersendiri. Budi Payan mengingatkan masyarakat bahwa kebakaran bukan sekadar persoalan api yang harus dipadamkan, tetapi dapat menyebabkan kerugian besar hingga membuat korban kehilangan hampir seluruh harta benda.
"Imbauan kepada masyarakat, dari data kami yang ada, rata-rata kejadian kebakaran itu 25 kali setiap bulannya, ini cukup besar, masyarakat Kota Padang diimbau lebih berhati-hati dan waspada terhadap bahaya kebakaran, karena kebakaran ini menghabiskan harta benda," ungkapnya.
Ia menggambarkan dampak kebakaran yang dapat membuat korban hanya menyisakan pakaian yang melekat di tubuh. Kondisi tersebut dinilai menjadi alasan pentingnya edukasi pencegahan kebakaran dilakukan secara berkelanjutan.
"Tidak jarang kita lihat bahwa korban terdampak kebakaran itu hanya menyisakan di pakaian, edukasi tentang kebakaran itu sangat penting dilaksanakan, dan tentu mereka harus paham dan mengerti," katanya