Sumbardaily.com - Kebakaran di Kota Padang terjadi rata-rata 25 kali setiap bulan. Tingginya frekuensi kejadian tersebut mendorong penguatan edukasi kepada masyarakat, tidak hanya mengenai cara mencegah kebakaran, tetapi juga langkah pemadaman api sejak dini sebelum membesar dan menghabiskan harta benda.
Upaya itu dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pelatihan pencegahan serta penanggulangan bahaya kebakaran di Kelurahan Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur.
Kegiatan tersebut dilaksanakan menggunakan Dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Padang, Rafli Boy pada Selasa (15/9/2026).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Budi Payan mengatakan, kegiatan tersebut diarahkan agar masyarakat memiliki pengetahuan sekaligus kemampuan praktis ketika menghadapi kebakaran.
"Kami melaksanakan kegiatan sosialiasi dan edukasi tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, jadi kami laksanakan di Padang Timur, tepatnya di Parak Karakah," katanya.
Menurut Budi, angka kebakaran di Padang menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahun. Ia menyebut kelalaian masyarakat dan korsleting listrik menjadi faktor yang banyak ditemukan dalam kejadian kebakaran.
"Kami melihat bahwa setiap tahun, angka kebakaran itu meningkat. Rata-rata itu terjadi karena kelalaian masyarakat dan juga karena korsleting listrik," ucapnya.