Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap. Setelah dilakukan evaluasi, kegiatan belajar mengajar kembali diperbolehkan.
Meski kembali berjalan, terdapat ketentuan yang diberlakukan. Proses belajar mengajar sepenuhnya dilaksanakan di dalam ruangan.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk penyesuaian aktivitas masyarakat terhadap kondisi kabut asap tanpa menghentikan seluruh kegiatan di daerah.
Hotspot Turun dalam Tiga Pekan Terakhir
Sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai unsur juga disebut memberikan hasil positif. Selama tiga minggu terakhir, Pemkab Dharmasraya melalui BPBD, Damkar, dan perangkat daerah bekerja bersama TNI, Polri, camat, wali nagari, serta masyarakat dalam menangani sekaligus mencegah karhutla.
Hasilnya, jumlah titik panas atau hotspot tercatat jauh menurun. Titik-titik yang muncul juga dapat ditangani di lapangan.
Perbaikan tidak hanya terlihat dari jumlah hotspot. Kualitas udara di Dharmasraya juga menunjukkan perkembangan dalam satu minggu terakhir.
Sebelumnya, kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat dengan rata-rata indeks sekitar 134. Dalam satu minggu terakhir, kualitas udara membaik menjadi kategori kurang sehat dengan rata-rata indeks sekitar 96.
Perubahan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi udara meskipun pemerintah daerah tetap mempertahankan langkah kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan kabut asap.