Penguatan tersebut akan dilakukan antara lain melalui strategic workforce planning, culture scorecard, AI screening, predictive analytics, serta digitalisasi dashboard governance dan kinerja talenta.
Pemanfaatan berbagai pendekatan tersebut diarahkan agar pengelolaan sumber daya manusia semakin mampu menjawab perubahan lingkungan bisnis, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan berbagai bentuk disrupsi.
Dengan demikian, pengelolaan human capital di Hutama Karya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia. Strateginya diarahkan untuk membangun kapabilitas organisasi yang dapat mendukung kebutuhan bisnis dan keberlanjutan perusahaan.
Human Capital Harus Berdampak Nyata
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan dua penghargaan yang diraih menjadi validasi eksternal terhadap proses transformasi Human Capital yang telah dilakukan Perseroan.
Menurut Hamdani, fungsi Human Capital di Hutama Karya telah berkembang dari fungsi administratif menuju mitra strategis sekaligus enabler pertumbuhan perusahaan.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya Hutama Karya dalam memperkuat kapabilitas insan, pengelolaan talenta, budaya organisasi, serta pengembangan kompetensi untuk mendukung kebutuhan bisnis dan keberlanjutan perusahaan,” ujar Hamdani, dikutip Senin (31/8/2026).
Hamdani menegaskan transformasi tersebut akan terus dilanjutkan agar pengembangan sumber daya manusia dapat memberikan dampak terhadap ketahanan sekaligus daya saing perusahaan.