Para karyawan tersebut juga mengikuti pengembangan kepemimpinan secara berjenjang.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun kesiapan talenta untuk memenuhi kebutuhan kepemimpinan di masa mendatang.
Pengembangan talenta dilakukan secara terstruktur sehingga karyawan yang dinilai memiliki potensi dapat dipersiapkan untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar sesuai kebutuhan perusahaan.
Tidak hanya berfokus pada talenta, Hutama Karya juga memperkuat aspek Learning & Development.
Perseroan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis 4E, yakni Education, Exposure, Experience, dan Environment.
Program tersebut turut memberikan dukungan terhadap pertumbuhan produktivitas karyawan sebesar 5% di tengah efisiensi headcount sepanjang 2025.
Penerapan model 4E menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengembangkan kemampuan karyawan sekaligus menjaga produktivitas organisasi di tengah pelaksanaan efisiensi jumlah tenaga kerja.