Transformasi itu juga ditandai dengan kemampuan tiga nagari, yakni Sungai Duo, Kurnia Selatan, dan Koto Gadang, untuk melakukan pencetakan KTP dan KIA secara langsung.
"Dari tiga nagari, kini sudah 40 nagari. Dari sekadar mendekatkan pelayanan, sekarang sudah ada nagari yang mampu mencetak KTP dan KIA secara langsung. Ini adalah bentuk transformasi pelayanan yang terus kami dorong," tutur Yenof.
Ia berharap Sigadink Emas-25 tidak berhenti sebagai sebuah inovasi pelayanan, tetapi terus berkembang menjadi ekosistem layanan administrasi kependudukan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Ke depan, inovasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan yang cepat, mudah, berkualitas, sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang membahagiakan bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya.
Perjalanan dari tiga nagari percontohan hingga 40 nagari yang terlibat menjadi gambaran bahwa inovasi pelayanan publik dapat berkembang melalui proses berkelanjutan dan kolaborasi antara Disdukcapil dengan pemerintah nagari. (*)