Struktur jetty tersebut memiliki fungsi ganda. Pertama, mengarahkan dan memfokuskan aliran pembilasan atau flushing jet dari sungai agar sedimen dapat lebih lancar terbuang ke laut lepas. Kedua, mengunci dan menahan intrusi sedimen pesisir Samudra Hindia agar tidak kembali masuk dan menyumbat badan sungai melalui mulut muara.
Keempat, keandalan jaringan alat ukur hujan otomatis atau Automatic Rain Gauge (ARG) juga menjadi bagian penting dalam pengendalian banjir.
Mas Mera menilai sistem peringatan dini atau Early Warning System berbasis analisis hidrologi tidak dapat berjalan tanpa data presipitasi yang akurat.
Karena itu, peralatan ARG yang dikelola BWS Sumatera V, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang harus dipastikan selalu dalam kondisi prima dan beroperasi normal.
"Jika ditemukan peralatan yang rusak, tindakan perbaikan harus segera dilakukan tanpa menunda," tegasnya.
Selain itu, apabila zona-zona tangkapan air yang krisis belum dilengkapi stasiun pengamatan, pengadaan dan pemasangan unit baru perlu segera direalisasikan.
Dinamika Batang Kuranji tersebut menunjukkan bahwa banjir, sedimentasi, pembilasan, dan pengendapan merupakan rangkaian proses yang saling berkaitan.
Degradasi hulu memengaruhi limpasan dan pasokan sedimen, perubahan rezim aliran memengaruhi kemampuan sungai mengangkut material, sementara kondisi muara menentukan bagaimana sedimen berinteraksi dengan dinamika pesisir Samudra Hindia. (*)