Tol Padang–Bukittinggi–Payakumbuh dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:25 WIB
Tol Padang–Pekanbaru seksi Padang–Sicincin. (Foto: Hutama Karya)
Tol Padang–Pekanbaru seksi Padang–Sicincin. (Foto: Hutama Karya)




UMKM Lokal Bisa Dilibatkan di Sepanjang Koridor





Aspek lain yang perlu mendapat perhatian adalah keberlanjutan manfaat ekonomi. Yosritzal menilai selama ini hubungan masyarakat dengan proyek pembangunan sering kali berakhir ketika ganti rugi telah dibayarkan.





Padahal, jalan tol merupakan infrastruktur yang akan memberikan manfaat ekonomi selama puluhan tahun. Karena itu, masyarakat yang tinggal di sepanjang koridor seharusnya tidak hanya menjadi pihak yang menerima kompensasi pada awal pembangunan.





Rest area, misalnya, dapat dirancang sebagai ruang bagi UMKM lokal. Selain menjadi tempat beristirahat bagi pengguna jalan, rest area juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat pemasaran produk nagari dan etalase kuliner serta kerajinan daerah.





Dengan konsep tersebut, arus pengguna jalan tol dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Masyarakat yang berada di sepanjang koridor juga tidak seharusnya hanya menjadi penonton ketika arus ekonomi baru tumbuh di wilayah mereka.





Keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi yang muncul setelah jalan tol beroperasi dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas manfaat pembangunan.





Kemitraan Jangka Panjang untuk Tanah Ulayat





Khusus terkait tanah ulayat, Yosritzal menilai berbagai bentuk kemitraan jangka panjang juga layak dikaji.





Gagasan seperti penyertaan manfaat, kerja sama pengelolaan kawasan tertentu, atau model lain yang sesuai dengan ketentuan hukum dapat menjadi alternatif.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X